Gender adalah suatu konsep kultural yang merujuk pada karakteristik yang membedakan antara wanita dan pria baik secara biologis, perilaku, mentalitas, dan sosial budaya. Pria dan wanita secara sexual memang berbeda. Begitu pula secara perilaku dan mentalitas. Namun perannya di masyarakat dapat disejajarkan dengan batasan-batasan tertentu.
Pengertian gender didefinisikan sebagai aturan atau normal perilaku yang berhubungan dengan jenis kelamin dalam suatu sistem masyarakat. Karena itu gender sering kali di identikan dengan jenis kelamin atau sex. Meski sebenarnya kedua jenis kata ini yaitu Sex dan gender memiliki konsep yang berbeda.
Sifat-sifat gender dalam mengasosiasikan
• Bagi laki-laki :
Laki-laki harus mempunyai sifat yang maskulin, agresif, berani dan dominan.
• Bagi prempuan :
Perempuan haruslah mempunyai sifat feminism, lembut, manis, emosional, dan penerut.
• Homophobia
Adanya rasa takut terhadap homoseksualitas.
Dalam hal ini, orang tua adalah sebagai agen pertama yang paling penting dari bersosialisasi. Orang dewasa lainnya,seperti saudara yang lebih tua, media massa, lembaga keagamaan, dan lembaga pendidikan juga memberikan pengaruh yang sangat penting.
• Peran gender bagi prempuan
Citra diri dapat berkembang pada pria dan wanita, hal itu yang dapat membedakan peranan wanita dengan peranan laki adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengidentifikasikan dengan jenis kelamin yang sama. Hal ini merupakan ingin merasa sama dengan seseorang yang diidentifikasikan.
2. Keluarga
3. Media masa
• Peranan gender bagi laki-laki :
Anak laki-laki yang berhasil beradaptasi dengan standar budaya maskulinitas dapat tumbuh menjadi orang ekspresif yang tidak bisa berbagi perasaan dengan orang lain
Anak laki-laki yang berhasil beradaptasi dengan standar budaya maskulinitas dapat tumbuh menjadi orang ekspresif yang tidak bisa berbagi perasaan dengan orang lain.
Stratifikasi gender
Diferensiasi jender memberikan kontribusi untuk stabilitas sosial. Contohnya :
1. Ekspresif: kepedulian terhadap pemeliharaan keharmonisan dan urusan emosional internal
Keluarga
2. Perantaraan: penekanan pada tugas, fokus pada tujuan yang lebih jauh, dan kepedulian untuk hubungan eksternal antara keluarga seseorang dan lembaga sosial lainnya
Wanita, mayoritasnya adalah tertindas. Prilaku ini karena banyaknya lecehan yang dialami wanita dari lingkungan sekitar.
"Gender isn’t something we are born with, and not something we have, but something we do/something we perform." (West dan Zimmerman1987) (Butler 1990).
sumber :
Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat ^,^

No comments:
Post a Comment