·
Collective Behavior
collective
behavior : adalah perilaku yang relatif
spontan dan tidak terstruktur dari sekelompok orang yang bereaksi terhadap
pengaruh umum dalam situasi ambigu.
Emergent
norm perspective: selama kelangsungan perilaku kolektif, definisi perilaku
yang cocok tidak muncul dalam kerumunan. Mencerminkan kepercayaan atau
keyakinan bersama yang dipegang oleh anggota kelompok.
Value-added
model: menjelaskan
bagaimana kondisi sosial yang luas yang berubah dalam suatu pola tertentu ke
dalam beberapa bentuk perilaku kolektif.
- Kondusifitas struktural
- Keregangan struktural
- Keyakinan yang digeneralisasikan
- Faktor pencetus
- Mobilisasi tindakan
- Latihan control sosial
Assembling
Perspective: meneliti
bagaimana dan mengapa orang bergerak dari titik yang berbeda dalam ruang untuk
lokasi umum.
- Periodic assemblies: pertemuan yang dilaksanakan relatif rutin seperti kelompok kerja, kelas kuliah dan acara olahraga.
- Nonperiodic assemblies: meliputi demonstrasi, parade dan pertemuan di acara-acara seperti kebakaran dan penangkapan.
Crowds: pengelompokan orang secara sementara
yang berbagi fokus umum atau kepentingan. Sifatnya tidak terlalu terstruktur,
dalam kerusuhan anggota diatur oleh norma-norma sosial yang diidentifikasi dan
menunjukkan pola yang pasti dari perilaku, serta mengambil makna baru dengan
internet.
Disaster
Behavior: acara mendadak yang mengganggu dan
melemahkan sumber daya masyarakat yang membutuhkan bantuan dari luar. Contohnya
World Trade Center dan Hurricane Katrina.
Fads: pola perilaku orang-orang dalam jumlah besar yang bersifat
sementara.
Fashions: keterlibatan massa yang menyenangkan dan menampilkan
penerimaan oleh masyarakat dan berhubungan dengan sejarah.
>> Fads dan fashion
mengizinkan orang untuk mengidentifikasikan dengan sesuatu yang berbeda dari
lembaga-lembaga dan simbol budaya yang dominan.
Craze: keterlibatan massa yang menarik dan bergairah yang
berlangsung dalam periode waktu yang cukup lama. Merupakan pergerakan menuju
suatu hal.
Panic: gairah takut yang didasarkan pada keyakinan umum yang
mungkin akurat. Merupakan pelarian dari suatu hal.
Rumors: sekumpulan informasi yang dikumpulkan untuk
menginterpretasikan situasi yang ambigu. Rumor yang berhasil membutuhkan
sekelompok orang yang mempunyai keyakinan yang sama, beradaptasi terhadap
perubahan dan memperkuat ideologi masyarakat serta kecurigaan media massa.
Public: kelompok orang yang tersebar, belum
tentu saling berhubungan/berinteraksi satu dengan yang lain tetapi berbagi
minat dalam masalah.
Public opinion: ekspresi dari sikap mengenai masalah-masalah kebijakan
publik yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan.
·
Social
Movements
Merupakan kegiatan kolektif yang
terorganisir untuk membawa/menolak perubahan dalam kelompok masyarakat.
Berdampak pada perjalanan sejarah dan evolusi struktur sosial.
Fungsionalists: berkontribusi pada pembentukan opini/pendapat publik.
Meningkatkan pengambilan dimensi international.
Relative Deprivation Approach: perasaan sadar yang negatif karena ada perbedaan antara
harapan yang sah dan aktualisasi. Orang akan merasakan ketidakpuasan dalam
gerakan sosial apabila hak untuk tujuan mereka tidak terpenuhi dan merasa bahwa
mereka tidak bisa mencapai tujuan melalui cara yang konvensional.
Resource Mobilization: gerakan sosial yang memanfaatkan sumber-sumber seperti
uang, pengaruh politik, akses ke media dan pekerja.
Menurut Oberschall, untuk
mempertahankan sebuah gerakan sosial, harus ada organisasi dasar dan
kontinuitas kepemimpinan. Sedangkan menurut Marx, pemimpin perlu
membantu para pekerja mengatasi kesadaran palsu, yaitu sikap yang tidak
mencerminkan posisi obyektif pekerja.
Gender and Social Movements
Perempuan lebih sulit untuk mencapai
posisi sebagai pemimpin dalam organisasi pergerakan sosial. Gender bisa
mempengaruhi cara kita memandang upaya terorganisir untuk membawa atau menolak
perubahan.
New Social Movements: aktivitas kolektif yang terorganisir untuk mempromosikan
autonomy, self-determination, dan kualitas hidup yang lebih baik. New social
movements tidak melihat pemerintah sebagai sekutu mereka.
Communication and Globalization of Collective
Behavior
Pengiriman pesan secara global dan
penggunaan internet memungkinkan para aktivis sosial untuk mencapai orang-orang
dengan mudah dan cepat. Internet listserves dan chatroom memungkinkan
organisasi pergerakan sosial untuk meminta orang berpikir tanpa kontak secara
langsung atau face to face. Televisi dan internet dapat menyampaikan
rasa keintiman palsu yang diperkuat dengan kedekatan.
Disability Rights
Upaya untuk memastikan kesehatan dan
hak-hak para penyandang cacat telah berkembang dengan konstan sejak awal
1960-an. Pada tahun 1990, pemerintah memberlakukan ADA: Americans with
Disabilities Act.
- Mereka melarang bias terhadap penyandang cacat dalam pekerjaan, transportasi, akomodasi publik dan telekomunikasi.
- Mendefinisikan cacat sebagai kondisi yang substansial, membatasi kegiatan besar dalam hidup.
- Tanggung jawab untuk menegakkan ADA diberikan kepada beberapa lembaga federal.
Dalam menerapkan sosiologi
dilakukan:
- Labeling perspective: ADA adalah framing signifikan dari masalah hak penyandang cacat. Negara-negara lain melihat cacat sebagai suatu masalah hak.
- Conflict theorists: ADA adalah bagian dari 40 tahun gerakan hak-hak sipil.
- Interactionists: fokus pada hubungan sehari-hari orang dengan/tidak dengan kecacatan.
Memulai kebijakan:
- Badan-badan federal terlalu berhati-hati dalam menegakkan ADA.
- Aktivis hak cacat mempertanyakan visitability – aksesibilitas rumah-rumah pribadi untuk pengunjung penyandang cacat.
Daftar
Pustaka
Slide Binus Maya. (2014). Collective Behavior and Social
Movements. Jakarta : Bina Nusantara University
No comments:
Post a Comment